Implementasi Siyaga (Surveilans Nyamuk Berbasis Rumah Tangga) Menggunakan Ovitrap Di Kota Bengkulu

Implementation of Siyaga (Household-Based Mosquito Surveillance) Using Ovitraps in Bengkulu City

https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i2.1425

Authors

  • Deri Kermelita Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Sri Mulyati Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia

Keywords:

Demam Berdarah Dengue, Kesehatan Lingkungan, Ovitrap, Pemberdayaan Masyarakat, Surveilans Nyamuk

Abstract

Demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh tingginya kepadatan vektor dan rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian lingkungan. Di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali, Kota Bengkulu, capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) masih berfluktuasi antara 70%–87%, berada di bawah target nasional (≥95%), sehingga diperlukan penguatan surveilans dan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian vektor. Program SIYAGA (Surveilans Nyamuk Berbasis Rumah Tangga) bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam surveilans serta pengendalian vektor DBD berbasis ovitrap. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan ovitrap, pemasangan pada 40 rumah tangga, serta pemantauan selama empat minggu. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil sebelum dan sesudah, observasi keterampilan pemasangan Ovitrap, serta pemantauan Ovitrap Index (OI). Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuan peserta (n=40) meningkat dari rata-rata 50,3 ± 12,4 pada pre-test menjadi 88,1 ± 8,6 pada post-test. Sebagian besar peserta mampu memasang ovitrap dengan benar dan 90,0% peserta mengikuti seluruh tahapan kegiatan yang meliputi edukasi, pelatihan pembuatan ovitrap, pemasangan ovitrap, dan minimal tiga dari empat kali pemantauan mingguan. Nilai Ovitrap Index meningkat dari 52,5% pada minggu pertama menjadi 62,5% pada minggu keempat, yang menunjukkan bahwa kepadatan vektor di lingkungan sasaran masih tinggi dan memerlukan penguatan upaya pengendalian lingkungan, termasuk penerapan 3M Plus secara berkelanjutan. Sebanyak 87,5% peserta menyatakan bersedia melanjutkan pemantauan ovitrap secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Program SIYAGA menunjukkan potensi dalam memperkuat surveilans vektor berbasis masyarakat dan mendukung deteksi dini keberadaan Aedes spp. Mengingat masih ditemukannya ketidaktepatan pemasangan ovitrap pada sebagian peserta serta tingginya nilai OI, program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan rutin, integrasi dengan kegiatan pemantauan jentik berkala, dan penguatan peran kader kesehatan di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsin, A. A., Amiruddin, R., Marzuki, D. S., Elisafitri, R., Basir, B., Mallongi, A., Aisyah, A., & Yani, A. (2023). Community empowerment with an independent larva monitor in reducing the dengue hemorrhagic fever incidence in Sidrap Regency. Pharmacognosy Journal, 15(6), 1104–1111. https://doi.org/10.5530/pj.2023.15.129

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. (2024). Profil kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2023. Bengkulu: Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Bigio, J., Braack, L., Chea, T., Set, S., Suon, S., Echaubard, P., Hustedt, J., Debackere, M., Ramirez, B., Prasetyo, D. B., Bunleng, S., Wharton-Smith, A., & Hii, J. (2022). Entomological outcomes of cluster-randomised, community-driven dengue vector-suppression interventions in Kampong Cham Province, Cambodia. PLoS Neglected Tropical Diseases, 16(1), Article e0010028. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0010028

Putri, I. D. S. I. (2025). Analisis hubungan kepadatan penduduk dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Bali tahun 2022. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 2219–2224. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.42352

Keman, S., Azizah, R., & Hamzah, F. M. (2025). Meta-analysis: Risk factor analysis of dengue disease incidence in Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1), 69–76. https://doi.org/10.20473/jkl.v17i1.2025.69-76

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id

Messenger, L. A., Kristan, M., Koesmaryono, Y., Sopaheluwakan, A., Hidayati, R., Dasanto, B. D., & Aryati, R. (2024). Spatiotemporal characterization of dengue incidence and its correlation to climate parameters in Indonesia. Insects, 15(5), 366. https://doi.org/10.3390/insects15050366

Meyrita, M., Suwarno, S., Saidi, N., & Razi, N. M. (2023). Tren kejadian dengue (incidence rate) dan kematian akibat dengue (case fatality rate) di Indonesia. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(2), 715–724. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v11i2.9500

Indriyani, I., Rosa, E., Pratami, G. D., & Nukmal, N. (2022). Effectiveness of ovitrap against Aedes aegypti mosquito in Kemiling Raya Sub-District, Bandar Lampung City, and the vulnerability of its larvae to temephos. Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH), 9(1), 57–64. https://doi.org/10.23960/jbekh.v9i1.205

Haruay, S., Piratae, S., Niamhom, K., Loyha, K., Srisura, D., Yaoup, K., Pimpabud, S., Netthip, W., & Khampoosa, P. (2025). Efficient all-life-cycle ovitrap for effective Aedes (Stegomyia) aegypti (Linnaeus, 1762) (Diptera: Culicidae) control with low operational costs. Psyche: A Journal of Entomology, 2025, Article 5543382, 1–15. https://doi.org/10.1155/psyc/5543382

Rakhmani, A. N., & Zuhriyah, L. (2024). Knowledge, attitudes, and practices regarding dengue prevention among health volunteers in an urban area–Malang, Indonesia. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 57(2), 176–184. https://doi.org/10.3961/jpmph.23.484

Prameswarie, T., Ramayanti, I., Hartanti, M. D., Ambarita, L., Umar, M., & Athallah, M. A. (2024). Pelatihan pembuatan ovitrap nyamuk Aedes sp. dan atraktan fermentasi sebagai upaya pengendalian demam berdarah dengue (DBD). Madaniya, 5(3), 797–803. https://doi.org/10.53696/27214834.828

Choi, L., Guedes Alcoforado Aguiar, B., Wisniewski, S., Modesto, A. C. F., Lopes, L. P., Salvador Carrillo, J., Moura, M. D. G., Noel-Storr, A., Parker, R., & Lopes, L. C. (2025). Interventions for preventing dengue: A mapping review. Cochrane Database of Systematic Reviews, 10(10), Article CD016299. https://doi.org/10.1002/14651858.CD016299

Sasmita, H. I., Neoh, K. B., Yusmalinar, S., Anggraeni, T., Chang, N. T., Bong, L. J., Putra, R. E., Sebayang, A., Silalahi, C. N., Ahmad, I., & Tu, W. C. (2021). Ovitrap surveillance of dengue vector mosquitoes in Bandung City, West Java Province, Indonesia. PLoS Neglected Tropical Diseases, 15(10), Article e0009896. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0009896

Rachmawati, Y., Ekawardhani, S., Fauziah, N., Faridah, L., & Watanabe, K. (2024). Potential way to develop dengue virus detection in Aedes larvae as an alternative for dengue active surveillance: A literature review. Tropical Medicine and Infectious Disease, 9(3), 60. https://doi.org/10.3390/tropicalmed9030060

Rahman, E., Erawan, P. E. M., Zahrani, S. F., Zulfahmi, S. F., Desrianti, Aryaningsih, F., Maharani, A., Zhaldri, M., Ramadhan, T. M., Syafruddin, E. N., Putri, R. A., Apriliani, P., Dewi, D., Ashari, N. A., Sarawati, T. I., Putri, Z. A., Zalzabila, A. J., & Aprilia, A. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan ovitrap sebagai upaya pengendalian vektor demam berdarah di Kelurahan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kesejahteraan Bersama: Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat, 2(4), 1–9. https://doi.org/10.62383/bersama.v2i4.2181

Bohmann, A. K., Martinez-Berman, L., Senger, A. R., & Wise de Valdez, M. R. (2022). Personality and city culture predict attitudes and practices toward mosquitoes and mosquito-borne diseases in South Texas. Frontiers in Public Health, 10, 919780. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.919780

Utarini, A., Indriani, C., Ahmad, R. A., Tantowijoyo, W., Arguni, E., Ansari, M. R., Supriyati, E., Wardana, D. S., Meitika, Y., Ernesia, I., Nurhayati, I., Prabowo, E., Andari, B., Green, B. R., Hodgson, L., Cutcher, Z., Rancès, E., Ryan, P. A., O'Neill, S. L., Simmons, C. P. (2021). Efficacy of Wolbachia-infected mosquito deployments for the control of dengue. New England Journal of Medicine, 384(23), 2177–2186. https://doi.org/10.1056/NEJMoa2030243

WHO. (2022). Dengue and severe dengue. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

WHO. (2023). Dengue situation update: Global report 2023. World Health Organization. https://www.who.int

WHO. (2024). Global strategic preparedness, readiness and response plan for dengue and other Aedes-borne arboviruses. World Health Organization. https://www.who.int/publications

Prasad, P., Lata, S., Gupta, S. K., Kumar, P., Saxena, R., Arya, D. K., & Singh, H. (2023). Aedes aegypti container preference for oviposition and its possible implications for dengue vector surveillance in Delhi, India. Epidemiology and Health, 45, e2023073. https://doi.org/10.4178/epih.e2023073

dbd

Published

2026-11-01

How to Cite

Kermelita, D., & Mulyati, sri. (2026). Implementasi Siyaga (Surveilans Nyamuk Berbasis Rumah Tangga) Menggunakan Ovitrap Di Kota Bengkulu: Implementation of Siyaga (Household-Based Mosquito Surveillance) Using Ovitraps in Bengkulu City . Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 5(2), 580–593. https://doi.org/10.56303/jppmi.v5i2.1425

Issue

Section

Articles